Tumbuhan yang dikenal secara botani sebagai Centella asiatica, sering disebut juga sebagai pegagan, telah lama menjadi subjek penelitian ilmiah dan penggunaan tradisional di berbagai belahan dunia. Tanaman herba ini tumbuh merambat dan banyak ditemukan di daerah tropis dan subtropis, khususnya di Asia. Sejarah penggunaannya sebagai obat herbal telah tercatat selama ribuan tahun dalam sistem pengobatan Ayurvedic, pengobatan tradisional Tiongkok, dan pengobatan tradisional Indonesia. Komponen bioaktif utamanya, seperti triterpenoid (asiaticoside, madecassoside, asiatic acid, madecassic acid), flavonoid, dan senyawa fenolik lainnya, diyakini bertanggungankan atas berbagai khasiat terapeutiknya..