Konsep yang sering disebut sebagai "buah terlarang" merujuk pada sebuah entitas dalam narasi keagamaan Abrahamik, khususnya dalam tradisi Islam, yang menjadi pusat kisah pelanggaran pertama oleh Adam dan Hawa di Taman Eden. Objek ini bukanlah buah yang dapat diidentifikasi secara botani dalam terminologi ilmiah, melainkan sebuah simbol kuat dari godaan, ketidakpatuhan, dan konsekuensi dari pilihan manusia. Dalam konteks ini, ia berfungsi sebagai alegori penting yang menjelaskan asal-usul kesadaran moral, kebebasan berkehendak, dan transisi umat manusia dari keadaan tanpa dosa menuju keberadaan yang penuh dengan tantangan dan tanggung jawab. Diskusi mengenai entitas ini lebih banyak berpusat pada implikasi teologis, filosofis, dan etisnya daripada sifat fisik atau nutrisinya..